Kopi TIMES

Ngopi Pagi: Antara Kesedihan dan Kebahagiaan

Jumat, 14 Mei 2021 - 09:00
Ngopi Pagi: Antara Kesedihan dan Kebahagiaan Noor Shodiq Askandar, Ketua PWLP Maarif NU Jatim dan Wakil Rektor 2 Unisma Malang

TIMESINDONESIA, MALANGSAHABAT ngopi pagi, saat ini kita telah memasuki bulan syawal 1442 H. Setelah menjalankan puasa penuh selama sebulan penuh sebagai pengamalan dari perintah Allah swt. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al Qur’an surat Al Baqoroh 183 : Hai orang orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu, agar kamu termasuk golongan orang yang bertaqwa.

Saat meninggalkan Ramadhan dan kemudian menyambut iedul fitri, terdapat dua hal yang sangat kontradiktif. Pertama, rasa sedih karena sebentar lagi berpisah dengan bulan yang sangat mulia Ramadhan. Bulan dimana semua amal kebaikan, pahalanya dilipantgandakan oleh Allah swt. Kemuliaan ini yang kemudian membuat ummat Islam punya semangat yang tinggi (ghiroh) untuk berbuat bagi orang lain, berbagi atas sebagian kekayaan, meningkatkan amal ibadah, dan lain sebagainya.

Kenapa demikian ? karena banyak yang hal yang bisa didapatkan di bulan Ramadhan dengan segala keutamaannya yang tidak mungkin didapatkan pada bulan lainnya. Kewajiban puasa sebulan penuh, dan lailatul qodar adalah contoh yang hanya ada di bulan Ramadhan. Sekilas puasa memang terasa berat, akan tetapi sebetulnya akan sangat baik bagi Kesehatan. Recovery alat pencernaan manusia terjadi ya hanya saat kita berpuasa, sehingga menjadi lebih segar lagi di bulan berikutnya.

Kedua, usai menjalankan perintah agama yang seringkali terasa berat, ummat Islam kemudian bersiap menyambut datangnya iedul fitri. Hari dimana ummat Islam yang dapat menjalankan ibadah puasa dan mengisi bulan Ramadhan dengan baik, mendapatkan ampunan dari Allah swt, sehingga keberadaannya Kembali sebagaimana saat dilahirkan. Hal ini sebagaimana dalam hadits : barang siapa yang menjalankan ibadah puasa  dengan keimanan yang kuat dan keihlasan, maka Allah swt akan mengampuni dosa dosa yang telah lalu.

Atas kedua situasi ini, maka kita seringkali melihat dua sisi yang berbeda terjadi, yaitu di akhir bulan Ramadhan dan di awal bulan syawal. Hari terahir rata rata ummat Islam sedang diliputi dengan kesedihan karena sebentar lagi Ramadhan dengan segala kemuliaan akan meninggalkan. Atas ini kemudian semua orang berdoa semoga dapat dipertemukan dengan bulan Ramadhan tahun berikutnya. Sementara disisi lain, pada hari berikutnya menyambut hari kemenangan dengan suka cita atas kembalinya manusia sesuai dengan fitrahnya karena insyaallah telah mendapatkan ampunan dari Allah swt atas dosa dosa yang telah diperbuatnya. Bagaimana dengan sahabat ngopi pagi semua ???

***

*) Oleh : Noor Shodiq Askandar, Ketua PWLP Maarif NU Jatim dan Wakil Rektor 2 Unisma Malang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

 

___________

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

Pewarta :
Editor : Yatimul Ainun
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Singapore just now

Welcome to TIMES Singapore

TIMES Singapore is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.