TIMES SINGAPORE, JAKARTA – Pesta tahun baru di resor ski di Pegunungan Alpen Swiss berubah menjadi bencana setelah sebuah bar di Crans-Montana terbakar, Kamis dini hari, dan 47 orang tewas serta 115 orang lainnya luka -luka, dimana para korban diperkirakan berasal dari beberapa negara.
"Kebakaran itu terjadi mulai pukul 1:30 dini hari di sebuah bar bernama Le Constellation, tempat lebih dari 100 orang berkumpul," kata polisi kanton Valais seperti dilansir Euronews. Tempat tersebut memiliki kapasitas 400 orang.
Dalam konferensi pers pada Kamis sore kemarin, Komandan polisi di kanton Wallis, Swiss barat daya, Frederic Gisler memberikan informasi terbaru mengenai jumlah korban tewas.
Dikatakan, pihak berwenang memperkirakan "sekitar 40 orang telah meninggal dan setidaknya 115 orang terluka, banyak diantaranya luka parah.
Para pejabat mengatakan, identifikasi para korban akan memakan waktu beberapa hari dan mereka memperkirakan para korban berasal dari berbagai negara.
"Mereka yang terluka kemungkinan besar akan dibawa ke rumah sakit di negara-negara tetangga," tambah mereka, setelah tawaran bantuan datang dari Italia, Prancis, dan Jerman.
Gisler mengatakan kepada wartawan pada Kamis pagi bahwa "beberapa lusin orang" diperkirakan telah meninggal dan sekitar 100 orang terluka.
"Saat saya berbicara dengan Anda, semua korban luka sedang dirawat," katanya.
Guy Parmelin, yang mengambil alih jabatan presiden Swiss pada hari Kamis, menyesalkan tragedi yang mengerikan itu.
"Apa yang seharusnya menjadi momen kegembiraan telah mengubah hari pertama tahun ini di Crans-Montana menjadi hari berkabung yang memengaruhi seluruh negeri dan sekitarnya," katanya di X.
Pada Kamis malam, Parmelin mengatakan dalam konferensi pers bahwa kebakaran mematikan di malam Tahun Baru adalah salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negara itu.
Rumah sakit di Wallis penuh dan telah menyatakan keadaan darurat, dan para korban luka diangkut secara menyebar ke berbagai rumah sakit di seluruh Swiss.
Media Italia melaporkan bahwa jumlah korban tewas mencapai 47 orang pada Kamis siang, mengutip media lokal. Menurut kementerian luar negeri Italia. 16 warga negara Italia masih hilang.
Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani mengatakan ia akan melakukan perjalanan ke Crans-Montana, Jumat hari ini. "Jika tidak merepotkan, saya akan berada di lokasi tragedi besok atau lusa untuk berada dekat dengan sesama warga negara kita," kata Tajani tadi malam.
"Saya telah beberapa kali berbicara dengan Perdana Menteri (Giorgia Meloni), yang juga secara pribadi mengikuti perkembangan situasi," tambahnya dalam siaran khusus di saluran TV Rete 4.
Menurut laporan awal dari Kementerian Luar Negeri Prancis, setidaknya dua warga negara Prancis termasuk di antara korban luka.
Presiden, Prancis Emmanuel Macron pada tanggal X menyampaikan "Solidaritas penuh dan dukungan persaudaraan Prancis kepada Swiss".
Juru bicara kepolisian Gaëtan Lathion sebelumnya mengatakan pihak berwenang mendapati banyak korban jiwa. Penyebab yang mungkin adalah kebakaran, bukan terorisme.
"Lebih dari seratus orang berada di dalam gedung, dan kami mendapati banyak yang terluka dan banyak yang meninggal," katanya kepada wartawan.
"Kami baru memulai penyelidikan, tetapi ini adalah resor ski terkenal di dunia dengan banyak turis," tambah Lathion.
Laporan sebelumnya menggambarkan ada sebuah ledakan, sementara saksi mata menyebutkan lilin atau botol sampanye berisi kembang api dipegang dekat langit-langit, tetapi polisi kemudian mengkarakterisasi peristiwa tersebut sebagai kebakaran yang tidak bisa ditentukan penyebabnya.
Media Swiss melaporkan bahwa kebakaran tersebut mungkin disebabkan oleh kembang api selama konser, meskipun pihak berwenang menekankan bahwa penyebabnya masih dalam penyelidikan.
"Investigasi awal menunjukkan ... ledakan itu sebenarnya merupakan akibat dari kebakaran," kata kepala departemen keamanan Wallis, Stephane Ganzer.
"Bukan alat peledak yang menyebabkan kebakaran itu," tegasnya kepada wartawan.
"Dengan kondisi saat ini, kami lebih condong pada teori kebakaran, dan sama sekali tidak ada kemungkinan serangan teroris," tegas Pilloud, sang jaksa.
"Sebuah lembaga di Zurich telah ditugaskan untuk menentukan penyebabnya setelah mengumpulkan kesaksian para saksi dan rekaman di lokasi kejadian," kata pihak berwenang pada konferensi pers Kamis malam.
Rumah sakit kewalahan
Sumber-sumber medis mengatakan kepada stasiun televisi lokal RTS bahwa rumah sakit di seluruh wilayah berbahasa Prancis di Swiss kewalahan saat menangani korban luka bakar.
Polisi, petugas pemadam kebakaran, dan beberapa helikopter dikerahkan ke lokasi kejadian. Layanan darurat berhasil mengendalikan api sementara operasi penyelamatan terus berlanjut.
Pihak berwenang menutup area tersebut sepenuhnya dan memberlakukan zona larangan terbang di atas Crans-Montana.
"Pesta berlangsung meriah... musik dan sampanye mengalir bebas," kata seorang warga yang tinggal di dekat situ kepada 24 heures, sebuah surat kabar di Lausanne.
Namun, begitu berita tentang kebakaran itu tersiar, kata mereka, suasana riang itu lenyap dan orang-orang mulai berkumpul di jalan. "Kami bisa mendengar sirene dari kejauhan. Di sekitar saya, orang-orang tampak terkejut, khawatir, dan diam."
"Kami mendengar suara helikopter sepanjang malam," ujar tetangga lainnya kepada 24 heures.
"Awalnya kami tidak mengerti apa yang terjadi saat ada kembang api. Lalu kami melihat asapnya. Ini mengerikan, banyak anak muda yang pergi ke bar itu," katanya.
Salah seorang korban selamat, yang berbicara kepada AFP mengatakan, bahwa dia termasuk diantara pengunjung bar ketika kebakaran terjadi.
"Aku berada di ruang bawah tanah. Aku dan teman-temanku sedang bersenang-senang, sayangnya beberapa teman kami sudah tidak bersama kami lagi karena kebakaran," ujarnya.
"Banyak orang terjebak. Kami tidak bisa melihat karena asap. Kami tidak tahu bagaimana kami akan keluar," tambahnya.
"Itu gila. Orang-orang terjebak. Saya harus menaruh meja untuk bersembunyi di baliknya, terjebak oleh kobaran api," kenangnya, "tetapi saya berhasil memecahkan jendela dan keluar melalui jendela itu," katanya lagi.
"Separuh pakaianku hilang, itu gila... Tapi aku berhasil keluar. Itu yang terpenting."
Crans-Montana terletak di Pegunungan Alpen Swiss, sekitar 40 kilometer di utara Matterhorn, atau sekitar dua jam dari Bern.
Kota resor mewah dengan sekitar 15.000 penduduk tetap ini menarik pengunjung internasional karena lereng ski-nya, santapan lezat, dan suasana après-ski yang meriah.
Crans-Montana dijadwalkan menjadi tuan rumah ajang ski kecepatan Piala Dunia FIS pada akhir bulan ini.(*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Pesta Tahun Baru Merenggut Nyawa 47 Orang di Swiss
| Writer | : Widodo Irianto |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |