TIMES SINGAPORE, PACITAN – SMPN 3 Tulakan, Kabupaten Pacitan membiasakan siswa melantunkan Juz Amma setiap pagi sebagai ikhtiar membentuk karakter dan akhlak sejak dini.
Kegiatan ini dilakukan secara rutin setelah jam pelajaran pertama dan diikuti seluruh siswa bersama guru.
Pada Kamis pagi (22/1/2026), ratusan siswa tampak duduk tertib di teras dan koridor sekolah.
Mereka melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran secara serempak, dipandu guru Pendidikan Agama Islam, Tamam Hadi Nur Rohman. Suasananya tenang, sederhana, tanpa seremoni.
Kepala SMPN 3 Tulakan, Bambang Santoso, turut duduk di tengah siswa dan guru. Ia tidak hanya memantau, tetapi ikut membaca ayat demi ayat bersama mereka.
Menurutnya, kehadiran pimpinan dan guru dalam kegiatan ini adalah bagian dari pendidikan karakter itu sendiri.

“Pendidikan karakter tidak cukup disampaikan lewat teori. Keteladanan harus ditunjukkan secara langsung,” ujar Bambang di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, pembiasaan lantunan Juz Amma dirancang sebagai penguatan spiritual siswa di tengah tantangan zaman dan derasnya arus informasi digital.
Sekolah ingin siswa memulai hari dengan kondisi batin yang lebih tenang dan siap belajar.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi asupan rohani bagi anak-anak. Harapannya, mereka tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak baik dan memiliki karakter yang kuat,” tambahnya.
Selain pembentukan karakter religius, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan siswa, mulai dari datang tepat waktu, tertib dalam barisan, hingga membangun kedekatan emosional antara guru dan murid melalui ibadah bersama.
Melalui lantunan Juz Amma yang dilakukan secara konsisten, SMPN 3 Tulakan Pacitan berharap para siswa kelak tidak hanya lulus membawa ijazah, tetapi juga nilai-nilai moral yang menjadi bekal hidup di masyarakat. (*)
| Writer | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |